aku menangis
tanpa raungan, tapi dikuasai isakan
terlalu sedikit untuk bisa dikata banyak, terlalu banyak jika dibandingkan dengan setetes
gelap. tak jelas kenapa, untuk apa
tapi hatiku seperti jantung yang hampir tak bernyawa rasanya..
hentikan semua ini..tolong..
just some words from a growing up female
no wings, no magic, no spell, even though have a slight hope to fly up to the highest sky scrapper someday
Showing posts with label poetic somehow. Show all posts
Showing posts with label poetic somehow. Show all posts
Monday, October 1, 2012
Monday, April 2, 2012
kacau
Sejuta bulir keringat mengendap
lumuri kulit dengan kerisauan
Mata pun terseliputi bayang keraguan
Takut? tidak!
Lelah? mungkin..
Jam pasir hampir habis namun matahari masih tinggi
bahkan seluruh jagad dilema akannya
lalu bagaimana?
Monday, October 20, 2008
Tak Berdaya
Terangkatku ke nirwana
Begitu desir itu sentuh telingaku
Ketika mataku menjadi sejuk
Dan berbagai kembang hiasi jiwaku
Namun seketika sebuah jembatan muncul
berhias tanda tanya
perlukah ku seberangi
dan kembali ke masa itu
Akankah kuraih jelita?
Akankah langitku tetap menjadi atap duniaku?
Atau akankah ku bersemayam dalam kelam
Tanpa cahaya kesetiaan?
Aku hanya ingin dapat
membingkai senyum ini
dalam bingkai perak
berhias ukiran cinta
Namun apakah impian ini terwujud
Atau haruskah kuterus pejamkan mata
dan tinggal dalam angan?
Aku pun tak tahu
Begitu desir itu sentuh telingaku
Ketika mataku menjadi sejuk
Dan berbagai kembang hiasi jiwaku
Namun seketika sebuah jembatan muncul
berhias tanda tanya
perlukah ku seberangi
dan kembali ke masa itu
Akankah kuraih jelita?
Akankah langitku tetap menjadi atap duniaku?
Atau akankah ku bersemayam dalam kelam
Tanpa cahaya kesetiaan?
Aku hanya ingin dapat
membingkai senyum ini
dalam bingkai perak
berhias ukiran cinta
Namun apakah impian ini terwujud
Atau haruskah kuterus pejamkan mata
dan tinggal dalam angan?
Aku pun tak tahu
Subscribe to:
Comments (Atom)